Artikel ini memperkenalkan Tata Sugiarta, mantan pekerja migran yang menciptakan konsep Economic Sharing melalui Migimo. Gagasan revolusioner ini bertujuan mengembalikan keuntungan biaya kirim dan selisih kurs remitansi kepada 5 juta Pekerja Migran Indonesia, membangun ekosistem keuangan yang lebih adil dan produktif.
Tata Sugiarta - Bandung, Senin, 6 April 2026 15:22 WIB.
Jawaban jujurnya: hampir tidak ada.
Inilah yang mendorong Tata Sugiarta, mantan Pekerja Migran Indonesia di Jepang, untuk merancang sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: Economic Sharing Remittance.
Economic Sharing Remittance adalah model pengiriman uang di mana keuntungan dari selisih kurs dan biaya transaksi tidak sepenuhnya diambil oleh platform, melainkan dikembalikan kepada anggota secara proporsional.
Cara kerjanya sederhana:
Ketika seorang PMI mengirimkan uang melalui Migimo, sistem mencatat transaksi tersebut. Dari margin yang dihasilkan, 70 persen dikembalikan kepada anggota aktif dalam bentuk pendapatan bulanan. Sisanya, 30 persen, masuk ke kas koperasi untuk mendanai operasional dan pengembangan ekosistem.
Prinsipnya: mereka yang menghasilkan devisa, merekalah yang berhak menikmati keuntungannya.
Berbeda dari konsep di atas kertas, Economic Sharing Remittance di Migimo sudah berjalan dalam ekosistem nyata yang terintegrasi.
MigiShare adalah fitur remitansi utama Migimo. Setiap transaksi yang dilakukan melalui MigiShare secara otomatis masuk ke dalam sistem perhitungan bagi hasil. Anggota tidak perlu melakukan apa-apa selain bertransaksi seperti biasa.
Seorang PMI di Taiwan yang mengirim uang setiap bulan, secara otomatis mengakumulasi poin bagi hasil. Di akhir bulan, pendapatan tersebut masuk ke akun Emoney mereka.
Fitur ini memungkinkan anggota Migimo untuk menyertakan modal ke dalam berbagai unit usaha yang dikelola koperasi. Seorang PMI di Hong Kong bisa memiliki usaha madu Syahoney di Kuningan tanpa harus pulang ke Indonesia.
Uang yang selama ini hanya dikirim pulang dan habis untuk konsumsi, kini bisa dikonversi menjadi aset produktif yang menghasilkan nilai jangka panjang.
Economic Sharing Remittance tidak bisa berdiri sendiri tanpa ekosistem pendukung. Migimo membangun sembilan layanan yang saling terhubung:
Setiap layanan yang digunakan anggota berkontribusi pada ekosistem bagi hasil. Semakin aktif anggota, semakin besar bagian yang mereka terima.
Migimo memulai dengan pendekatan komunitas. Tidak ada iklan besar-besaran, tidak ada endorser berbayar. Semua pertumbuhan datang dari rekomendasi mulut ke mulut di antara sesama PMI — bukti paling kuat bahwa sistem ini menjawab kebutuhan nyata.
Kini Migimo sudah memiliki perwakilan komunitas di 86 negara penempatan, dari Malaysia hingga Pennsylvania, Amerika Serikat.
Pada 2025, Migimo menorehkan dua prestasi besar:
Prestasi ini bukan sekadar trofi. Ini konfirmasi dari ekosistem startup dan koperasi nasional bahwa model Economic Sharing Remittance memiliki fondasi bisnis yang kuat sekaligus dampak sosial yang terukur.
Tata Sugiarta telah melakukan serangkaian audiensi langsung dengan:
Keterlibatan langsung dengan regulator adalah sinyal bahwa Economic Sharing Remittance bukan sekadar inovasi produk — ini adalah bagian dari gerakan transformasi kebijakan remitansi Indonesia.
Aspek Remitansi Konvensional Economic Sharing Remittance Migimo Keuntungan kurs Dinikmati platform 70% kembali ke anggota Status pengirim Konsumen Pemilik ekosistem Akses usaha Tidak ada Unit Modal Penyertaan Model bisnis Transaksional Komunitas berbasis koperasi Jangkauan Terbatas 86 negara
Economic Sharing Remittance Migimo terbuka untuk:
Untuk bergabung, unduh aplikasi Migimo di Google Play Store atau kunjungi migimo.id.
Selama puluhan tahun, pekerja migran diperlakukan sebagai mesin devisa. Mereka bekerja keras, mengirim uang, lalu pulang dengan tangan kosong. Siklus ini terus berulang karena tidak ada sistem yang benar-benar memihak mereka.
Economic Sharing Remittance adalah jawaban Tata Sugiarta untuk pertanyaan yang sudah terlalu lama diabaikan: bagaimana caranya agar mereka yang menghasilkan devisa bisa ikut menikmati nilainya?
Jawabannya bukan teori. Jawabannya sudah berjalan, sudah diakui, dan sudah dirasakan oleh ribuan PMI di 86 negara.
Karena bagi Tata Sugiarta, pemberdayaan komunitas yang sejati bukan tentang memberi mereka sesuatu. Ini tentang memastikan mereka mendapatkan kembali apa yang selama ini menjadi hak mereka.
Berita Viral Hari Ini
Pengusaha sosial, inovator digital, dan penggerak pemberdayaan ekonomi pekerja migran Indonesia.
Berlangganan newsletter kami untuk mendapatkan berita dan update terbaru.
© 2024 Tata Sugiarta. Hak cipta dilindungi.